Film
Theories
Teori film mengacu pada
filosofi piker tentang film sebagai bentuk seni, pengalaman dan konstruksi
ideologis. Konsep dari teori film yaitu memberikan tempat dari analisis sebuah
kritik film yang didasarkan. Dan tujuan dari teori film itu sendiri adalah
untuk menjawab pertanyaan yang berfungsi sebagai judul salah satu karya yang
paling berpengaruh dalam teori.
Teori film berasal dari
perkembangan ilmu-ilmu sosial , konsep dari ilmu sosial tersebut diterapkan
untuk bioskop setelah diterapkan pada sastra. Teori film juga diterapkan
sebagai metodologi untuk tubuh film yaitu genre. Teori film melakukan
perkembangan dari awal abad ke 20 hingga sekarang. Teori film pada tahun
1980-an mulai melakukan arah perubahan meskipun teori baru berakar pada
perspektif fenomenologis pada bioskop mereka merupakan teori realis yang
sederhana dari masa pasca perang.
Teori baru menolak asumsi
dasar dari teori materialis yang secara implisit mengakui kekakuan sistematis
dalam studi perfilman. Para ahli teori berpendapat bahwa bioskop merupakan
bentuk seni yang baru dan estetika pun merupakan bagian dari teori film. Mereka
menarik analogi antara film dan seni tradisional yang mempunyai berbagai
karakteristik. Selain itu ada beberapa teori yang mengemukakan gagasan bioskop
merupakan sistesis atribut yang ditemukan dalam bentuk seni yang lebih tua,
seperti contoh lukisan.
Teori awal membantah
bahwa gagasan film merupakan rekaman belaka dari sebuah reproduksi mekanik
aktualitas. dan saat ini yang terbaru dari teori film adalah dalam karya Gilles
Deleuze. Deleuze berpendapat bahwa film sebagai kompleks gambar dan suara yang
berfungsi pada tingkat verbal dan ditangkap secara langsung.
Fenomena yang dapat kita ambil dalam teori film ini yaitu fenomena kekerasan yang terjadi di dunia perfilman dan bnayak sebagainya. seperti action-action yang dilakukan pemain film dalam syuting , dalam pengambilan perannya atau karakternya.