Senin, 21 Desember 2015

Film Theories



Film Theories

Teori film mengacu pada filosofi piker tentang film sebagai bentuk seni, pengalaman dan konstruksi ideologis. Konsep dari teori film yaitu memberikan tempat dari analisis sebuah kritik film yang didasarkan. Dan tujuan dari teori film itu sendiri adalah untuk menjawab pertanyaan yang berfungsi sebagai judul salah satu karya yang paling berpengaruh dalam teori.

Teori film berasal dari perkembangan ilmu-ilmu sosial , konsep dari ilmu sosial tersebut diterapkan untuk bioskop setelah diterapkan pada sastra. Teori film juga diterapkan sebagai metodologi untuk tubuh film yaitu genre. Teori film melakukan perkembangan dari awal abad ke 20 hingga sekarang. Teori film pada tahun 1980-an mulai melakukan arah perubahan meskipun teori baru berakar pada perspektif fenomenologis pada bioskop mereka merupakan teori realis yang sederhana dari masa pasca perang.

Teori baru menolak asumsi dasar dari teori materialis yang secara implisit mengakui kekakuan sistematis dalam studi perfilman. Para ahli teori berpendapat bahwa bioskop merupakan bentuk seni yang baru dan estetika pun merupakan bagian dari teori film. Mereka menarik analogi antara film dan seni tradisional yang mempunyai berbagai karakteristik. Selain itu ada beberapa teori yang mengemukakan gagasan bioskop merupakan sistesis atribut yang ditemukan dalam bentuk seni yang lebih tua, seperti contoh lukisan.

Teori awal membantah bahwa gagasan film merupakan rekaman belaka dari sebuah reproduksi mekanik aktualitas. dan saat ini yang terbaru dari teori film adalah dalam karya Gilles Deleuze. Deleuze berpendapat bahwa film sebagai kompleks gambar dan suara yang berfungsi pada tingkat verbal dan ditangkap secara langsung.

Fenomena yang dapat kita ambil dalam teori film ini yaitu fenomena kekerasan yang terjadi di dunia perfilman dan bnayak sebagainya. seperti action-action yang dilakukan pemain film dalam syuting , dalam pengambilan perannya atau karakternya.